Okehhh mari kita mulai sajah traveling kita menyususuri Taman Nasional Tanjung Puting., Sabtu 7 Mei, tidak sepagi biasanya saya dan dua rekan teman relawan sudah bangun, bukan kami rajin, bukanjuga pingin olah raga, melainkan ini adalah panggilan alam, kami terpanggil untuk segera melaksanakan ritual pagi sesegera mungkin, dengan bermodalkan lampu senter kami menyusuri jalan desa menuju sekolah, di sekolah yang gelap gulita, kami langsung menuju ruang paling belakang, beruntung bagi kami di sana belum ada yang nongkrongin, ya dua buah WC merayu-rayu kami. Yahhhh… lega akhirnya, mules karena terlalu ugal-ugalan makan masakan ibu-ibu di puskemas yang mantap, hilangsudah….
Rombongan sudah selesai berkemas semua, segera kami menuju dermaga yang ada di desa Sungai Sekonyer, kami menunggu kapal yang akan membawa kami mengarungi keindahan alam Kalimantan menyusuri Taman Nasional Tanjung Puting. Kami sedikit menunggu, kapal yang harusnya datang jam 8, belum kunjung tiba, menunggu disini adalah menunggu yang menyenangkan, ga kaya menunggu jawaban kepastian dari kamuuu.... :)
Jam 8 lewat 15 kapal datang, kami segera bersalaman dengan Pak Bambang, yang pagi itu mengantar kami bersama dengan putranya, Rasta. Rombongan sudah naik semua, barang bawaan sudah, ayoo pak 'sopir' , segera pancal Gas....
![]() |
| Poto: Dok. 1000 Guru Kalteng |
Pelan-pelan
kapal meninggalkan Pak Bambang dan Rasta yang masih menunggui kami di
tepi dermaga. Kapal semakin jauh beranjak, memisahkan kami dengan Desa Sungai
Sekonyer, Desa yang banyak mengajarkan kami tentang nilai-nilai dan realita
kehidupan, tentang anak-anak lugu yang belum tau kami akan berjumpa lagi kapan,
Selamat tinggal...
Semakin jauh masuk ke dalam Pondok Tanggui, area rawa-rawa terlewati, kami menapaki jalan tanah yang cukup becek dan licin karena siang itu sehabis hujab, yahhhh bagi saya si biasa, tapi mungkin akan berbeda bagi teman-taman rombongan yang dari Palangka sana. Sejuk sekali rasanya di dalam sini, ga ada bau asap knalpot, apalagi bau asap masakan menyengat yang bisanya melekat pada dinding-dinding pusat perbelanjaan. Akhirnya kami sampai ke area feeding di sana sudah ramai para pengunjung yang sedang menyaksikan Orang Utan (Pongo pygmaeus) makan siang, sambil menyimak kamipun sibuk dengan gatget masing masing untuk mengabadikan momen ini.
| Poto: Dok. Pribadi |
Perjalanan
kami menyusuri sungai begitu sangat menyenangkan, kami berpapasan dengan
kapal-kapal lain, sesekali saling melambaikan tangan, apalagi kalo kapalnya
yang naik bule, norak ya?,tapi ga pa pa yang penting bahagia, heheu. Pak
nahkoda dan asistenya, ramah pada kami, dalam hati yahhhh anggap aja kapal
sendiri,hahaha, pemandangan sungai yang sebelah kanan kirinya banyak ditumbuhi
pohon-pohon memperindah pemandangan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting
ini. Oh ya,... saya rasa tentang Taman Nasional Tanjung Puting semua orang
kebanyakan pasti sudah tau, taman nasional ini juga tersohor di luar negri
sana, bolehlah di baca lagi kalau masih samar-samar : Taman Nasional Tanjung Puting
Tujuan
pertama kami adalah menuju Pondok Tanggui, sekitar jam 12 an, kami
sudah sampai di kawasan Pondok Tanggui, jam ini adalah jam yang pas menurut
informasi dari pak nahkoda, karena jamnya makan siang atau feeding bagi
para Orang Utan, dengan demikian kita bisa menyaksikan hewan mamalia ini dari
jarak dekat dan lebih leluasa.
| Poto: Dok. Prbadi , Suasana sekitar pintu masuk Pondok Tanggui |
Kapal
menyandar di dekat pintu masuk, satu persatu kami turun dan masuk ke area Pondok Tanggui, di sekitar pintu masuk Pondok Tanggui sudah banyak kapal-kapal yang bersandar, banyak rombongan wisatawan yang bareng dengan kita siang itu. Jalan menuju pondok Tanggui berupa rawa-rawa, untuk kemudahan akses sudah dibuat jalan setapak dari kayu yang kokoh, sehingga pengunjung bisa berjalan lebih aman.
| Poto: Dok. Pribadi, 'jalan masuk Pondok Tanggui' |
Cukup lama kami di Pondok Tanggui, itung-itung sambil melepas lelah berjalan tadi, ini adalah pengalaman pertama saya mungkin juga bagi teman-teman yang lain menyaksikan secara langsung Orang Utan, biasanya si liat di Tipi mentok-mentoknya liat di uang kertas pecahan lima ratusan, hehehe, memeng benar kata orang 'Pemandangan terbaik untuk melihat hewan liar adalah di habitatnya, bukan di kebun binatang' lagi-lagi timbul pertanyaan, orang itu sapa yakkkk???
Kami pun jepret sana, jepret sini, dengan harapan mendapatkan momen yang pas untuk mendapatkan gambar yang pas juga, banyak gambar yang berhasil kami abadikan disini, ujungnya mahh asal jepret aja, sekenanya,hahaha
| Poto: Dok. Pribadi, 'Seekor Orang Utan di Pondok Tanggui' |
Setelah puas, kami melanjutkan perjalanan kami, karena masih ada satu camp lagi yang akan kami kunjungi, yaitu Camp Leakey. Sebenarnya di Taman Nasional Tanjung Puting setidaknya ada empat lokasi yang dapat di kunjungi untuk melihat
orangutan dan hewan lainnya yaitu: Tanjung Harapan, Pesalat,
Pondok Tanggui, Pondok Ambung dan Camp Leakey.
Kapal kami melaju meninggalkan Pondok Tanggui, untuk sampai ke Camp leakey masih diperlukan waktu kurang lebih 2 jam, biar kuat kamipun makan siang berjamaah di atas kapal, wahhh mantap kali pokonya.....kembali kami menikmati keindahan menyusuri sungai, sambil santai, ada yang asik ngobrol di dek depan ataupun belakang kapal, dan tentu ritual selfie adalah menjadi barang wajib. Saya pun kemudian turun ke bawah menuju ruang kendali, di sana sudah ada pak 'sopir' tentu, saya pun mulai ngobrol kesana-kemari tentang apapun yang pingin saya tau mengenai Tanjung Puting. Tentang keindahan Tanjung Puting yang sebenarnya tidak hanya Orang Utan penghuni satu-satunya di sini, ada Bekantan, Beruang Madu, maupun buaya sungai dan masih banyak reptil, mamalia yang lain termasuk bermacam-macam burung.
Perjalanan kami semakin jauh, kami mulai malewati sungai yang warana airnya mulai berubah menjadi hitam, asumsi saya si mungkin karena pengaruh akar-akar tumbuhan yang tumbuh di daerah itu?? Bagaimana kira-kira apakah betul sudah itu kaka novi dan kaka Yefta??? *Novi dan Yefta adalah kakak panitia, dan pengurus 1000 Guru Kalteng yang studinya di bidang Biologi.
| Poto: Dok. Pribadi, 'Pintu masuk Camp Leakey' |
Kami sudah sampai di Camp Leakey, kami langsung bergegas terun dan bersama-sama masuk ke dalam dengan di pandu oleh Pak asiten kapal, oia nama Leakey ini diambil dari nama Prof. Louis Leakey, pembimbing mahasiswa yang melakukan penelitian yang berasal dari Universitas Colombia, Los Angeles. Menurut cerita di camp ini ada semacam 'sesepuh' yang berhak mendapat julukan 'kakak pertama' mungkin kalo dalam film-film Hongkong, haha mungkin juga yang paling disegani layaknya preman-preman di terminal, ya dia adalah TOM, saya menjulukinya 'lord Tom'
| Poto: Dok. Pribadi, 'Narsis dulu kita di Pintu masuk Camp Leakey' |
Seperti halnya di Pondok Tanggui, untuk masuk ke dalam Camp kami melewati jalan berawa, yang sudah dibangun jalan kayu yang indah, sampai di pintu selamat datang Camp kami sudah di sambut seokor Orang Utan yang katanya agak 'genit', kami di sambut sama Siswy, seeokor orang utan betina. *Semoga nulis Siswy nya ga salah, kalo salah mohon maap, kesalahan telingan saya ketika mendengar ceritanya dari Pak Bambang waku di Sungai Sekonyer, sampai kami di area camp, di sana banyak pengurus camp, kami langsung menuju ke 'museum' orang hutan, di dalamnya terdapat dokumentasi orang utan, ada silsilah mereka, dan banyak hal yang berhubungan dengan orang utan sampai kepada ancaman-ancaman terhadap populasi mereka.
| Poto: Dok. Pribadi, Salah satu sudut 'Museum' |
Setelah selesai kami langsung menuju ke area feeding, rasanya lebih jauh dibanding masuk Pondok Tanggui, tapi itu bukan kendala bagi kami, justru ini yang bikin asik, kapan lagi coba bisa kayak gini??hehe , ada aja candaan dan tingkah-tingkah kami yang membuat kami terlalau asik di jalan sampai akhirnya sampai di area feeding.
Sampai lokasi sudah banyak yang menunggu para orang utan ini makan siang, dan rasa-rasanya di Camp ini orang utan nya lenih banyak, dan mengundang tawa bagi kami dengan tingkah mereka. Ada yang berjalan dengan menggendong anaknya ketika petugas feeding memanggil mereka, ada yang makan dengan lahap, abis itu masih di bawa juga masuk hutan sisanya, ada yang putar-putar genit dulu di pohon, kayak film India, mungkin kode buat kita untuk segera memoto mereka, sungguh ga jauh berbeda dengan kita yaaaaa.....
| Poto: Dok. Pribadi, 'Setelah makan siang' |
| Poto. Dok. Pribadi |
Tiba waktunya kami harus pulang, kami menuju ke kapal, siap-siap kembali menuju Pangkalan Bun, perkiraan waktu jam 7an malam sudah sampai Pangkalan Bun. Senja mulai datang, tapi sayang saya ketiduran di dek belakang, tidak sempat menikmati senja Tanjung Puting, ketika terbangun hari sudah gelap, duhhhh.
Hari semakin gelap, luar biasa sekali, duduk di atas kapal dalam kondisi gelap, dengan diterangi lampu kapal yang agak remang, kembali kami berbincang sambil asik melihat poto-poto tadi, kopi kembali di tuangkan, snek juga, mantapppp dahhh *terima kasih buat teman, kaka-kaka semua yang sudah mau sibuk2, Semoga Gusti Alloh yang membalas, heheu
| Poto Dok. Pribadi, 'Siswy' |
Kami sampai di Kumai jam 7 lewat, di bagian depan pelabuhan kami berhenti sejenak menunggu jemputan, ya jemputan yang sama ketika mengantar keberangkatan kami, setelah menunggu beberapa waktu, jemputan datang dan segera membawa kami kembali ke PMI. Kami bermalam lagi disni sebelum besok pagi berangkat pulang.
| Poto: Dok. Pribadi, 'susana malam di kapal' |
Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya ikut kegiatan 1000 Guru Kalteng, banyak menemukan teman baru, susana baru, pengalaman baru inspirasi baru, pelajaran baru dan baru-baru yang lain, luar biasa, terima kasih secara khusus buat kaka-kaka pengurus 1000 Guru Kalteng dan teman-teman relawan yang lain, 'cemungudddd eaaaaaa......
Apakah perjalan kita sudah selesai, ohhh ternyata belum..... dengar-dengar sambil jalan pulang, besok pagi singgah dulu kita ke Istana Kuning yang ada di kota Pangkalan Bun. Kaya apa si Istana Kuning?? nanti segera di post, :D

0 Response to "Menyusuri Keindahan Tanjung Puting Bersama 1000 Guru Kalteng"
Posting Komentar